Jumat , 24 September 2021
Home / Berita / Pemkot Siap Keluarkan Dana Operasional Sekolah (BOS HD) Untuk Merdeka Ijazah

Pemkot Siap Keluarkan Dana Operasional Sekolah (BOS HD) Untuk Merdeka Ijazah

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Silaturahmi Walikota Bengkulu bersama kepala sekolah se-kota Bengkulu dalam rangka memerdekakan Ijazah bertempat di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Kamis 2 September 2021

Ada beberapa siswa-siswi yang membutuhkan bantuan dalam pengambilan ijazah bukan hanya di Kota Bengkulu bahkan kabupaten Kepahiang rejang Lebong dan Bengkulu Utara juga menghubungi WhatsAp dan Instagram Helmi Hasan official, Maka

Banyaknya siswa yang menghubungi melalui WhatsApp pribadi dalam pengambilan ijazah mereka, dari itu Walikota Bengkulu ambil tindakan untuk memerdekakan ijazah siswa yang tidak mampu, tidak ada lagi sekolah yang menahan ijazah.

Untuk sekolah silahkan berikan pengumuman untuk pengambilan ijazah di sekolah masing masing sekolah SD SMP Negeri dan Swasta jangan takut rugi untuk memerdekakan ijazah siswa yang tidak mampu, karena jika terdapat kerugian Pemkot akan mengeluarkan Dana Operasional Sekolah (BOS) harapan dan doa (HD) untuk sekolah.

Mulai sekarang, Helmi minta masing-masing sekolah agar mulai menyusun teknisnya seperti apa. Kerugian yang dialami oleh berapa sekolah karena penyerahan ijazah.

“Dana BOS HD itu nanti sekolah swasta juga dapat, terutama sekolah swasta yang telah mau membantu Pemkot Bengkulu. Salah satu contohnya Yayasan Ma’had Rabbani Bengkulu, dimana Ustad H.M. Syamlan selalu pimpinan yayasan pernah menbantu Pemkot Bengkulu memerdekakan ijazah siswa yang menunggak SPP sebesar Rp 38 juta,” sampai Helmi.

Pada kesempatan itu, Helmi panjang lebar menjelaskan soal memerdekakan ijazah. Bicara soal ijazah, sepanjang Pemkot menangani kasus tersebut ada ijazah yang memang ditahan dan ada yang tertahan. Menurut Helmi itu 2 hal yang berbeda. seperti yang terjadi di SMKN 6 kemarin,” kata Helmi yang pada acara itu didampingi Sekda Arif Gunadi, staf ahli walikota Tony Alfian dan Plt Kadis Diknas Nopri W Aksa dan dihadiri seluruh kepala sekolah SD dan SMP.

Helmi juga membahas soal ada yang mengait-ngaitkan persoalan ijazah ini ke urusan politis. Menurut dia, orang yang mengatakan politis itu adalah orang yang di hatinya memang hanya ada politis.

“Ada yang mengatakan ini politis. Orang itu kan bicara karena memang yang ada di hatinya hanya politis. Nanti istrinya membuatkan kopi untuk dia dikatakan politis juga. Bininya senyum saat dia pulang kerja dibilang politis juga. Jangan semua dikatakan politis,” kata Helmi.

Yang penting, lanjut Helmi adalah niat dan ikhlas. “Soal pandangan orang bagaimana, kembali pada hati mereka. Kalau kita berhenti gara-gara dicaci, difitnah, gara-gara dituding, berarti kerja kita tidak ikhlas,” demikian Helmi.

 

About sherli henika

Check Also

Sertijab Kepala Sekolah SDN 37 Kota Bengkulu

Spread the love       Serah terima jabatan kepala Plh.Sekolah di hadiri oleh Kasubbag umum Nopian Susanto, S.Kom …