Sabtu , 6 Maret 2021
Home / Berita / Peluncuran (Launching) Program Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Peluncuran (Launching) Program Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Peluncuran (Launching) Program Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang dilaksanakan secara virtual melalui Youtube Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, dan Youtube setiap unit kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Selasa, 22 Desember 2020.

gururbelajarkemdikbud.go.id.

Loncing guru belajar seri AKM yang dilatar belakangi oleh munculnya niskonsefsi tentang asesmen Nasional/ AKM yang mana kementrian pendidikan dan kebudayaan telah merubah kebijakan ujian nasional menjadi kebijakan asesmen kompetensi minimum (AKM). dalam hal ini kita merubah para dikma untuk menyesuaikan pembelajaran dengan abad ke 21 dan kondisi jenis kerja yang tidak lagi hanya berfokus ke bidang bidang atau konten tetapi lebih kepada yang pleksibel kelintas bidang ilmu.

tujuannya untuk memantau atau mengevaluasi sistem pendidikan jenjang dasar dan jenjang menengah.AKM ini adalah bagian dari Aesmen Nasional yang mengukur literasi menbaca dan numerasi, adalah salah satu komponen yang mengukur hasil belajar siswa atau hasil belajar yang kognitif, AKM ini yang hanya 1 komponen saja, tidak seluruh siswa ini hanya sebagian siswa saja dan tidak hnaya siswa di akhir jenjang. berdeda dengan Ujian Nasional (UN) yang hanya di kelas 6/9/12 saja, tetapi justru di tengah tengah sebelum mereka lulus.UKM ini bersipat sampel yaitu di kelas 5, 8 dan 11.

menyikapii hal  tersebut sebetulnya Nadiem Makarim selaku Kepala Umum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah mempunyai  wacana sejak tahun lalu bahwa UN bukan dihapus atau ditiadakan tetapi lebih tepatnya mengganti UN dengan sistem penilaian baru.

Menurut beliau, UN dinilai terlalu fokus pada kemampuan menghapal, dan membebani siswa, orangtua serta guru. Juga dipandang tidak menyentuh kemampuan pengembangan kognitif dan karakter siswa.

Bentuk soal-soal AKM pun nanti lebih bersifat penggunaan nalar, seperti dalam konteks numerasi pada AKM Matematika, siswa tidak dibebani tentang bagaimana menghapal rumus tetapi lebih kepada cara penyelesaian masalah. Misal, menghitung waktu lamanya sampah hingga dapat terurai dan tidak mencemari lingkungan serta mengangkat berbagai soal seputar kehidupan sehari-hari.

 

Untuk info lebih lanjut silahkan simak link https://www.youtube.com/watch?v=RhqQI3BWt9E

 

 

About sherli henika

Check Also

Pemkot dan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Izinkan KBM Tatap Muka

Spread the love       Setelah hampir 1 tahun lamanya siswa belajar Daring / PJJ akhirnya pemerintahan kota …