Jumat , 24 September 2021
Home / Berita / Setelah PPKM Level 4 KBM kembali Pedomani SKB 4 Menteri
plt kadis

Setelah PPKM Level 4 KBM kembali Pedomani SKB 4 Menteri

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Setelah dilakukan rapat bersama dengan tim satgas covid-19 kota Bengkulu mengenai KBM di masa pandemi Covid-19, saat ini pembelajaran tatap muka kembali berpedoman ke SKB 4 menteri dimana zona hitam. merah. Oranye tetap belajar daring. Sedangkan daerah kuning dan hijau tatap muka bersayarat (lihat di SKB 4 menteri) namun Dalam zona kuning atau hijau orang tua masih punya hak untuk anaknya milih tatap muka atau daring shg sekolah tetap mempersiapkan pelayanan 2 medhoda mengajar tatap muka bersayarat dan daring . Selanjutnya jika zona kuning dan Hijau pluktuatif meningkat ke oranye dst satgas covid-19 kota dan Disdik berhak untuk menghentikan KBM tatap muka bersyarat tersebut kembali ke daring. Senin 2 Agustus 2021.

Sesuai dengan apa yang sudah disepakati dan di sampaikan kepada guru dan para kepala sekolah, bahwa sekolah harus menyiapkan prokes kesehatan serta memastikan sudah ada izin (surat penyataan orang tua) untuk pembelajaran tatap muka, setelah itu sekolah harus mengecek persiapan prokes dan satgas membuat check list kesiapan pembelajaran tatap muka. Laporkan ke fasilitas kesehatan tentang kesiapan pembelajaran tatap muka dengan melampirkan check list yang telah dibuat. surat pernyataan dari orang tua yang ditulis tangan tentang bersedia atau tidak bersedia anaknya belajar secara tatap muka.

Penegasan dari mas Nadiem, dalam pelaksanaan tatap muka terbatas, ada beberapa kebijakan yang harus dilakukan satuan pendidikan. Misalnya diberlakukan jaga jarak antar bangku dan hanya diperbolehkan 18 anak didik per kelas atau 50 persen dari jumlah siswa per kelas.

Pandemi COVID19 membawa pengaruh kepada semua lintas kehidupan, khusunya pendidikan. Akibat dari pandemic COVID19, pelaksanaan sekolah dari taman kanakkanak hingga universitas di tutup sementara. UNESCO mengatakan bahwa 300 juta murid terganggu kegiatan sekolahnya dan penutupan sekolah sementara akibat dari kesehatan dan krisis.

Untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID19 diperlukan kerjasamanya semua pihak upaya yang dilakukan pemerintah adalah tidak berkerumun dalam keramaian, tidak pergi ke pasar, tempat perolahragaan, tempat budaya dan lain sebagainya. Serta masyarakat yang bekerja di kantor, diusahakan untuk melakukan pekerjaan di rumah saja (Work
From Home). Begitu pun pada bidang pendidikan, pembelajaran dilakukan dirumah saja (Learning From Home). Learning From Home merupakan pengalaman pertama yang dilakukan secara massal di Indonesia. Banyak pelajar dan guru belum terbiasa dengan Learning From Home yang dilakukan secara daring
Agar pembelajaran daring dapat berjalan  dengan efektif, diperlukakan persiapan oleh pihak sekolah dan orangtua wali murid. Pihak sekolah memberikan fasilitas kepada guru berupa perangkat laptop atau hanphone kepada Guru dan paket internet yang diperlukan. Sedangkan pihak orangtua mempersiapkan perangkat handphone dan paket internet serta pendampingan terhadap putra putrinya.

About sherli henika

Check Also

Sertijab Kepala Sekolah SDN 37 Kota Bengkulu

Spread the love       Serah terima jabatan kepala Plh.Sekolah di hadiri oleh Kasubbag umum Nopian Susanto, S.Kom …